Leni Marlina, Potret Perempuan di Perusahaan Tambang

2

“Melalui tangan dinginnya, program pemberdayaan berkelanjutan dengan nilai manfaat terukur pada CSR Departement Adaro, sebagai syarat mutlak Proper kategori Emas Kementerian Lingkungan Hidup, berhasil diraih secara estafet, hingga tiga kali, 2019, 2020 dan 2021. Fantastis”

Silahkan Bagikan / Share :
Leni Marlina

Bawa Rekor Proper Emas Tiga Kali Tanpa Jeda

DUNIA pertambangan tak lagi identik dengan kaum pria. Banyak kaum hawa mengambil peran yang sama diberbagai bidang perusahaan tambang masa kini.

Leni Marlina, salah satu srikandi  PT Adaro Indonesia yang memiliki pencapaian kerja dan kinerja cemerlang di perusahaan batu bara tempatnya mengabdi.

Sejak dipercaya menangani CSR Departement, Leni Marlina mencatatkan, rekor bagi PT Adaro Indonesia dalam meraih penghargaan Proper Emas.

Memulai karir dari nol sebagai karyawan non staff, Leni Marlina lantas meneguhkan posisinya sebagai salah satu perempuan yang mampu menembus level manajemen  di perusahaan pertambangan batu bara nasional tersebut.

Ditengah lekatnya kesan maskulin dunia pertambangan, ia hadir. Mematahkan anggapan tersebut, lalu membuktikan bahwa perempuan tak dapat dipandang sebelah mata.

Komitmen dan dedikasi

Dengan kemampuan negosiasi dan adaptasi dengan lingkungan kerja yang sangat maskulin, menjadikan bentuk penegasan, bahwa perempuan merupakan asset berharga dan bukan kaum yang terpinggirkan bagi industri pertambangan

Melalui tangan dinginnya, program pemberdayaan berkelanjutan dengan nilai manfaat terukur pada CSR Departement Adaro, sebagai syarat mutlak Proper kategori Emas  Kementerian Lingkungan Hidup, berhasil diraih secara estafet, hingga tiga kali, 2019, 2020 dan 2021. Fantastis.

Tentu bukan perkara mudah. Terlebih sepanjang 2019-2021, semua aktivitas serba terbatas, akibat pandemi Covid 19. Mitigasi dan penanganan dampak penularan Covid, begitu menyita perhatian dan juga, tentu anggaran yang tidak sedikit.

Berlipatnya tantangan, tak menyurutkan rekam Leni Marlina mengejar target dan capaian yang kini menasbihkan CSR Departement dibawah komandonya, memetik hasil maksimal dengan raihan Proper Emas tanpa jeda, sepanjang tiga tahun terakhir.

Meski demikian, Leni mengatakan, capaian tersebut tak lepas dari peran besar para pihak dan lintas departement di Adaro sebagai sebuah tim yang solid.

“Sepanjang masa persiapan penilaian, komunikasi intensif dan kerja bersama, menjadi faktor penunjang utama keberhasilan tersebut. Peran QHSE & External Relation, hingga rekan-rekan kita di produksi, sangat maksimal. Ini tentu saja menjadi gambaran besar, bahwa Proper Emas sejatinya hasil kerja bersama,” ujarnya saat ditemui di ruangan kerjanya, Dahai Office, Kamis (23/6) lalu.

Terlebih, menghadapi perubahan habit, ketika sebaran Covid 19 berada di titik puncak. Keterbatasan ruang gerak, tentu perlu siasat. Kuncinya, ujar Leni, fokus pada satu program dengan target terukur.

“Juga support system yang kita maksimalkan dari semua pihak terkait,” ujarnya.

Proper Emas tiga kali tanpa jeda

Berbasis Data

Sejak didaulat menggawangi CSR Departement, sejumlah perubahan untuk memaksimalkan pelaksanaan program, terus dilakukan Leny Marlina. Diantaranya, menggerakan pemberdayaan berkelanjutan masyarakat dengan melakukan sosial mapping untuk menentukan skala prioritas pelaksanaan program. Leny juga melakukan perombakan sistem kerja dengan membagi personil berdasarkan wilayah operasional PT Adaro Indonesia.

Pengumpulan data berupa sosial mapping yang dilakukan bekerja sama dengan pihak ketiga tersebut, kata Leni, terkait upaya mendorong keberlanjutan nilai pelaksanaan program CSR dan juga mengurangi resiko terjadinya  kesalahan sasaran pemberdayaan .

“Tentu bukan sekadar mengejar proper, namun bagaimana kita memastikan program pemberdayaan ini terus berkesinambungan, terutama pasca tambang. Agar masyarakat bisa mandiri dan memetik manfaat, meski Adaro tak lagi beroperasi,” katanya.

Menurut Leni, sedianya semua program yang dijalankan Adaro, baik hasil kolaborasi dengan pemerintah daerah maupun perangkat lain dibawahnya, tentu diharapkan bisa berjalan maksimal.

“Bukan berarti program lain tidak masuk prioritas. Namun kita ingin fokus secara bertahap, sehingga hasilnya juga lebih maksimal. Sosial mapping ini menjadi kunci untuk memperoleh data stakeholder kita, terkait potensi pengembangannya, program apa yang tepat untuk dilaksanakan, hingga sejauh mana program tersebut berdampak bagi masyarakat lainnya, atau contoh yang mendorong masyarakat menerapkan pola serupa,” ujar Leny.

Secara internal, perombakan juga dilakukan. Leni membagi timnya berdasarkan wilayah, tak lagi mengacu pada program bidang. Dengan pola tersebut, semua anggota tim didorong untuk saling memahami setiap program yang berjalan, sekaligus mengasah kompetensi.

“Jadi, tak ada alasan kita kekurangan SDM. Karena rotasi berdasarkan wilayah tersebut, mensyaratkan setiap orang bisa menangani program CSR yang berbeda, tidak monoton pada satu keahlian saja, termasuk mengaungkan program continuous improvement di internal CSR ,” katanya.

Selain itu, Leni juga berharap soliditas tim menjadi lebih kuat, bisa saling memahami beban kerja dan mengerti kebutuhan tim. Semua itu didapat, karena semua pihak di CSR Departement pernah merasakan mengampu pada setiap bidang.

Tangguh diantara para pria

Magister dan Keluarga

Berkarir di PT Adaro Indonesia pada External Relation Division sejak lama, Leni Marlina mafhum, jika sebagian waktunya bakal dihibahkan untuk perkara membangun relasi dengan masyarakat. Terlebih, saat ia dipercaya menjalani peran manajerial.

Tak jarang dering telepon bersahutan hingga menuju larut malam. Mulai kepala desa, hingga kepala daerah. Beragam pertanyaan dilontarkan, perihal program bantuan sampai koordinasi kegiatan.

Namun, ditengah kesibukan itu, Leni mampu menjadi bagian dari sedikit orang yang bisa menyelesaikan pendidikan tinggi hingga jenjang Magister atau strata 2, pada konsentrasi psikologi di sebuah universitas di pulau Jawa.

Lantas, bagaimana menyeimbangkan semua tanggung jawab itu, keluarga, kerja dan pendidikan?

‚ÄúSulit, namun bukan berarti tak bisa. Semua punya porsi masing-masing. Kadang, saya keteteran juga,” Leni terkekeh mengenang semua perjuagan yang ia lewati.

Naluri seorang ibu

Terbiasa dengan target dan tekanan, merupakan bekal yang membuat Leni bisa mewujudkan semua capaian tersebut.

“Saya itu, kalo sudah dirumah, prioritas keluarga, anak terutama. Semaksimal mungkin waktu saya curahkan buat keluarga. Main, ngobrol, sampai anak saya tidur,” ujarnya.

Lepas itu, barulah Leny menengok ulang urusan pekerjaan. Entah sekadar memastikan bahwa tidak ada persiapan kegiatan yang tertunda atau dokumen yang seharusnya sudah terpenuhi, namun terkendala pemenuhannya.

Pun demikian dengan sambungan telepon dari para stakeholder. Kendati sedikit terlambat, ujar Leni, ia akan menyambung komunikasi yang tertunda itu.

“Saya akan jelaskan, misalnya kenapa tidak mengangkat telepon dan Alhamdulillah, biasanya mereka mau mengerti. Karena bagaimanapun, sama seperti kita, saat ingin menjalin hubungan baik, jangan pernah menafikkan orang lain,” Leni tersenyum, manis.* (ra/tim TABIRkota.com)

Profil:

Nama: Leni Marlina

Lahir : Balikpapan, 19 Oktober 1978

Alamat : Jalan Saka Permai RT2 RW 4 Mabuun, Kabupaten Tabalong, Kalsel

Suami: Ahmad Helmi

Anak: Muhammad Zaydan Al Ghaisan

Karir :

– LPPF – Balikpapan

– PT Kideco Jaya Agung

– PT Adaro Indonesia

Silahkan Bagikan / Share :

2 thoughts on “Leni Marlina, Potret Perempuan di Perusahaan Tambang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Dua Laka di HSS, Satu Akibatkan Korban Tewas Mengenaskan

Sen Jun 27 , 2022
"Diperkirakan, akibat terlindas truk fuso, tubuh korban bagian pinggang hingga kaki hancur, sementara bagian perut hingga kepala masih utuh dengan helm masih terpasang"

You May Like