Jelang Ramadhan PPKM Tabalong Turun ke Level 2

“Dengan PPKM level 2 di Tabalong berarti untuk kegiatan keagamaan pada bulan Ramadhan tahun ini bisa dilaksanakan, namun tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes)”

Silahkan Bagikan / Share :
Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Tabalong, H Taufiqurrahman Hamdie (foto: TABIRkota/saadilah)

TANJUNG (TABIRkota) –  Menjelang bulan suci Ramadhan 1443 Hijriah yang bertepatan pada Sabtu (2/4) mendatang, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan (Kalsel) turun ke level II.

Menurut Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Tabalong, H Taufiqurrahman Hamdie, hal tersebut merupakan kabar gembira karena sebelumnya Tabalong masih  PPKM Level 3.

“Ini tentu saja akan lebih memudahkan dan memberikan kelonggaran kepada masyarakat agar bisa menjalankan ibadah puasa lebih lancar,” ujarnya di Tanjung, ibu kota Tabalong, Selasa (29/3).

Turunnya Level PPKM Tabalong  tertuang dalam Inmendagri Nomor 19 Tahun 2022, yang berlaku dari 29 Maret hingga 11 April mendatang.

Penurunan level PPKM, katanya, sejalan dengan turunnya kasus terkonfirmasi postif Covid-19 di Tabalong.

“Dengan PPKM level 2 di Tabalong berarti untuk kegiatan keagamaan pada bulan Ramadhan tahun ini bisa dilaksanakan, namun tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes),” katanya.

Dalam aturan PPKM Level 2, kapasitas kegiatan masyarakat hanya 75 persen.

Namun tambahnya, level 2 hampir mirip dengan aturan di level 1, dimana diperbolehkan melaksanakan kegiatan keagamaan dan sebagainya, seperti sahalat tarawih, dengan catatan maksimal 75 persen dan tetap mematuhi Prokes.

“Sesuai fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), bahwa bulan puasa pun tidak ada kendala kalau ada masyarakat yang ingin bervkasin,” tambah Taufik.

Diharapkan, dalam dua minggu kedepan level PPKM akan kembali turun menjadi level 1. (saa)

Silahkan Bagikan / Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Bupati: Proyek Strategis di Balangan Tidak Boleh Gagal!

Kam Mar 31 , 2022
"Bupati tidak menghendaki, ketika masa kepemimpinannya berakhir pada 2024 nanti, ada warga yang mempertanyakan perihal program-programnya yang belum selesai akibat salah perencanaan"

You May Like