Muhammadiyah Bangun Mesjid Pertama di Daerah Terpencil Loksado

“Muhammadiyah telah berperan dalam membantu kegiatan keagamaan, khususnya memperluas syiar islam hingga ke pelosok terpencil”

Silahkan Bagikan / Share :
Penanda tanganan prasasti oleh Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Mahli Zainuddin (foto: TABIRkota/kominfo hss)

KANDANGAN (TABIRkota) – Lembaga Amil Zakat Infak dan Sadaqah Muhammadiyah atau disingkat Lazismu Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan (Kalsel) membangun masjid pertama di daerah terpencil di Dusun Bumbuyanin, Desa Kamawakan, Kecamatan Loksado.

Masjid yang diberi nama Mesjid Istiqamah tersebut dibangun menggunakan dana dari sumbangan para donatur melalui Lazismu.

Masjid Istiqamah diresmikan langsung oleh Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Mahli Zainuddin dengan disaksikan Wakil Bupati HSS, Syamsuri Arsyad, Jum’at (25/3).

Bupati HSS, H Achmad Fikry dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Bupati, Syamsuri Arsyad menyampaikan apresiasinya terhadap partisipasi jamaah Muhammadiyah yang telah mendukung visi Pemkab setempat dalam mewujudkan masyarakat HSS yang agamis.

“Muhammadiyah telah berperan dalam membantu kegiatan keagamaan, khususnya memperluas syiar islam hingga ke pelosok terpencil,” ujarnya.

Ia mengatakan, pembangunan Mesjid Istiqamah merupakan tahap awal perkembangan syiar Islam di kawasan terpencil di Kamawakan.

“Kedepannya, Pemkab HSS akan menyertai pembangunan masjid ini dengan perbaikan jembatan dan akses jalan menuju Kamawakan yang rusak,” katanya.

Pemkab HSS saat ini juga dalam tahap pengkajian bersama provider dan Dinas Kehutanan Provinsi untuk rencana pembangunan tower BTS.

Mengingat Kamawakan yang majemuk dengan beberapa agama yang dianut warganya, diharapkan semua pihak agar bisa menjaga kerukunan dan toleransi antar ummat beragama dengan baik.

Ketua Panitia Pelaksana Pembangunan Mesjid Istiqamah, H Didi Kurniadi menambahkan, bahwa pembangunan masjid tersebut merupakan pelaksanaan Program Kampung Berkemajuan.

“Dana pembangunan yang keluar hingga saat ini sekitar 750 juta rupiah, termasuk pembangunan tempat wudhu, toilet dan rumah untuk da’i penunggu. Untuk tahap selanjutnya tinggal pembangunan pagar dan beronjong,” tambahnya.

Usai peresmian masjid, dilakukan penandatanganan prasasti oleh Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat serta penyerahan dana bantuan hibah oleh Pemkab HSS sebesar Rp100 juta.

Dusun Bumbuyanin sendiri masuk dalam kategori wilayah terpencil  dengan akses jalan yang hanya bisa ditempuh menggunakan kendaraan roda dua, sekitar 6 kilometer dari akses terdekat melalui Desa Loklahung.

Turut hadir dalam acara peresmian Masjid Istiqamah tersebut, tokoh agama, Habib Salam As-Segaf, Kepala Kementerian Agama HSS, Ketua Baznas HSS, Ketua PW Muhammadiyah dan Aisyiah Kalsel, PD Muhammadiyah dan Aisyiah HSS, Camat Loksado, Ketua MUI Loksado, jajaran Pengurus Muhammadiyah Kalsel dan HSS serta warga Bumbuyanin. (aca)

Silahkan Bagikan / Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kisah Jan Jongejans, Juru Potret Pedalaman Kalimantan di Awal 1900an (Bagian Ketiga - Selesai)

Sab Mar 26 , 2022
"Mereka, terutama kaum wanita dan anak-anak, justru sangat takut dengan yang namanya hantu, meski di siang hari sekalipun."

You May Like