Mediasi Ketiga Adaro Dengan Warga Upau Temui Jalan Buntu

“Warga Kaong selaku pemilik lahan tidak sepakat terhadap hasil perhitungan yang diajukan Tim Verifikasi terkait penggantian tali asih tanam tumbuh,

Silahkan Bagikan / Share :

Mediasi antara PT Adaro Indonesia dengan warga Kaong tentang ganti rugi lahan untuk yang ketiga kalinya belum menghasilkan kesepakatan (foto: TABIRkota/saadilah)

TANJUNG (TABIRkota) –  Mediasi ketiga antara perusahaan pertambangan batu bara nasional, PT Adaro Indonesia dengan warga Desa Kaong, Kecamatan Upau, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan (Kalsel), kembali menemui jalan buntu.

Mediasi yang tidak menemukan kesepakatan mengenai ganti rugi atau pembayaran tali asih tanam tumbuh kepemilikan dan pemanfaatan lahan kebun tersebut, dilaksanakan di Wisma Tamu Pendopo Bersinar Tanjung, Rabu (2/3).

Menurut Kepala Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Tabalong, Rahadian Noor yang memimpin mediasi, mediasi tidak bisa menghasilkan kesepakatan karena warga Kaong belum menerima besaran ganti rugi.

“Warga Kaong selaku pemilik lahan tidak sepakat terhadap hasil perhitungan yang diajukan Tim Verifikasi terkait penggantian tali asih tanam tumbuh,” ujarnya.

Ia mengatakan, pemilik lahan menganggap nominal angka yang diajukan tidak sesuai dengan harapan.

“Mereka ingin ganti rugi sebesar Rp650 juta untuk satu hektar lahan,” katanya.

Ia menambahkan, karena lahan warga tersebut berada dikawasan hutan produksi yang merupakan milik negara, sehingga hal tersebut tidak dibenarkan untuk pembebasan lahan.

“Kalau kita menghitung rata-rata, dari Tim Verifikasi yang kita bentuk, perhitungan ganti ruginya sebesar Rp150 juta,” tambahnya.

Diharapkannya, pihak PT Adaro Indonesia menyampaikan hasil mediasi hari ini ke pimpinan pusat sehingga kemungkinan akan ada kebijakan yang bisa ditempuh sebagai solusi.

Sebelumnya, para pemilik lahan kebun di Kaong sempat mengancam melakukan demo menutup aktivitas pertambangan PT Adaro Indonesia karena merasa lahan mereka digusur secara sepihak.

Atas tuntutan warga Kaong, telah dilakukan dua kali mediasi, yaitu pada 25 November dan 20 Desember 2021 lalu yang menghasilkan kesepakatan bahwa akan diberikan ganti rugi oleh PT Adaro Indonesia.

Namun dalam dua kali mediasi tersebut, belum ditentukan berapa besaran ganti rugi karena menunggu hasil perhitungan dari Tim Verifikasi. (saa)

Silahkan Bagikan / Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pemkab HSS Akan Bangun Kembali Asrama Santri yang Terkena Pelebaran Jalan di Martapura

Rab Mar 2 , 2022
"Kabag Kesra dan Kadis PUTR akan meninjau dan berkoordinasi dengan pihak terkait tentang kondisi serta status dari lokasi asrama Bukhari I”

You May Like