Agar Data Stunting Akurat, Pemkab Banjar Ciptakan “Gelang Anting Manis”

“Gelang Anting Manis merupakan akronim dari Gerakan Tera Ulang Antisipasi Stunting menuju Kabupaten Banjar yang Maju, Mandiri dan Agamis”

Silahkan Bagikan / Share :
Bupati Banjar, H Saidi Mansyur (tengah) meluncurkan program “Gelang Anting Manis” di Martapura, Senin (7/2/2022). (Foto: MC Kominfo Banjar)

MARTAPURA (TABIRkota) – Bupati Banjar H Saidi Mansyur secara resmi meluncurkan program “Gelang Anting Manis” di Aula Barakat, Martapura, Senin (7/2/2022).

Gelang Anting Manis merupakan akronim dari Gerakan Tera Ulang Antisipasi Stunting menuju Kabupaten Banjar yang Maju, Mandiri dan Agamis.

Salah satu tujuan dari program tersebut, yaitu untuk menghindari kesalahan timbangan, yang dapat mengakibatkan kekeliruan data terkait jumlah kasus stunting.

Stunting sendiri adalah gangguan tumbuh kembang anak akibat kurang gizi kronis.

“Kita harus berusaha memberikan data yang akurat kepada publik, termasuk mengenai angka stunting di Kabupaten Banjar”, tutur Saidi Mansyur.

Gelang Anting Manis merupakan sebuah terobosan yang dibuat oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kabupaten Banjar.

Selain untuk menciptakan “tertib ukur” dalam hal penimbangan anak dan balita, Gelang Anting Manis juga sangat bermanfaat bagi sektor bisnis atau usaha.

”Sehingga alat timbang akan benar-benar akurat sesuai standar internasional. Tidak boleh ada yang dirugikan, baik produsen, pedagang, maupun konsumennya,” jelas I Gusti Made Suryawati, Kepala DKUMPP Kabupaten Banjar.

Hal ini merupakan wujud pelayanan kemetrologian yang diberikan Pemerintah Kabupaten Banjar, sesuai amanat UU Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal, dan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. (sah)

sumber: MC Kominfo Banjar

Silahkan Bagikan / Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

South Kalimantan, Indonesia's Third Largest Coal-producing Province

Sel Feb 8 , 2022
"Among the largest coal-producing provinces in Indonesia, South Kalimantan occupies the 3rd position after East Kalimantan and South Sumatra"

You May Like