Polres Tabalong Ringkus Tiga Penjual Solar Fiktif

Tiga pelaku penipuan penjualan solar fiktif (foto: TABIRkota/reskrim tabalong)

TANJUNG (TABIRkota) – Satreskrim Polres Tabalong, Kalimantan Selatan (Kalsel) berhasil meringkus tiga pria yang diduga telah melakukan tindak pidana penipuan, yaitu dengan menjual BBM jenis solar fiktif.

Kapolres Tabalong, AKBP Riza Muttaqin melalui Kasi Humas, Iptu Mujiono mengatakan, penangkapan ketiga pelaku dilakukan berdasarkan laporan teman korban.

“Ketiga pria tersebut masing-masing IS alias Muji (27), warga Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, FS (36) warga Kotabaru Tengah, Pulau Laut Utara, Kotabaru yang berprofesi sebagai sopir travel dan RAF alias Rama (28) warga Landasan Ulin, Landasan Ulin Timur, Banjarbaru yang berprofesi sebagai kontraktor bangunan,” katanya di Tanjung, ibu kota Tabalong, Kamis (20/1).

Menurutnya, penipuan berawal saat pelapor berinisial IBH (45) sedang berada dirumah dan dihubungi via telpon oleh seseorang yang mengaku bernama Muji pada Selasa (4/1) lalu.

Menurut pengakuan Muji, dirinya mendapatkan kontak telpon pelapor dari rekannya inisial FS dan bermaksud menawarkan BBM jenis solar sebanyak 10.000 liter dengan harga Rp9 ribu perliter.

Pelapor yang tidak mengerti tentang jual beli BBM kemudian menawarkan kepada korban, inisial UU (50) yang kebetulan saat itu sedang bertamu ke rumahnya.

Mendengan tawaran tersebut, ujarnya, rekan pelapor malakukan penawaran harga sebesar Rp 8.500 perliter.

“Atas kesepakatan tersebut, mereka kemudian bertemu di depan sebuah hotel di Mabu’un dan dilanjutkan ke rumah pelapor. Saat itu, Muji di telpon supir pengangkut solar yang mengatakan sudah sampai di tugu Obor, Mabu’un,” ujarnya.

Setelah ada kesepakatan jual beli solar tersebut, korban melakukan pembayaran melalui transfer banking sebesar Rp85 juta kepada pelapor melalui rekening istri pelapor.

Pelapor bersama Muji kemudian ke ATM di Mabu’un dan atas permintaan Muji uang pembayaran BBM sebesar Rp25 juta ditransfer lagi ke rekening atas nama Ibnu yang sebenarnya milik Muji.

Ia menambahkan, transfer kembali dilakukan ke rekening Ibu tiri Muji sebesar Rp50 juta dan Rp6 juta diserahkan tunai sedang sisanya Rp4 juta masih  berada di rekening istri pelapor karena telah sampai batas limit transfer.

“Kemudian, supir berkomunikasi dengan pihak manajemen perusahaan tempat ia bekerja di Banjarmasin bahwa uang sudah ditransfer, namun ternyata tidak ada masuk ke rekening perusahaan sehingga BBM tidak dibongkar karena belum ada pembayaran,” tambahnya.

Korban lalu berusaha menghubungi orang yang mengaku bernama Muji, namun kontak telpon sudah non-aktif sedangkan mobil pengangkut BBM kembali ke Banjarmasin karena belum ada pembayaran masuk ke perusahaan.

Pada penipuan tersebut, masing-masing tersangka memainkan peran berbeda. Muji sebagai orang yang melakukan order BBM ke perusahaan, FS mencari pembeli atas orderan Muji dan RAF alias Rama sebagai penghubung Muji dengan manajemen perusahaan sehingga dapat melakukan order 10.000 BBM.

Atas peristiwa tersebut, korban mengalami kerugian sebesar Rp85 juta. (saa)

Silahkan Bagikan / Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Diskominfo HSS Tingkatkan Kapasitas SDM Admin Satu Data

Kam Jan 20 , 2022
KANDANGAN (TABIRkota) – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Bidang Persandian dan Statistik menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM Admin Satu Data. Kegiatan yang merupakan tindak lanjut terhadap Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia tersebut, dilaksanakan di aula SKB […]

You May Like