Kolaborasi Lazismu Tabalong – Aliansi Tabalong Peduli Bantu Penyintas Banjir Paser

TANJUNG (TABIRkota) – Lembaga Amil Infak dan Sadakah Muhammadiyah (LAZISMU) Kabupaten Tabalong berkolaborasi dengan Aliansi Tabalong Peduli, datangi dan bantu para penyintas banjir di Kecamatan Long Ikis dan Long Kali, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur (Kaltim).

Sekretaris Jendral (Sekjen) Aliansi Tabalong Peduli, Erlina Effendi Ilas di Tanjung, ibu kota Tabalong mengatakan, bantuan yang diberikan berupa bahan pokok.

“Bahan makanan pokok dikemas dalam bentuk paket untuk kemudian dibagikan kepada para penyintas banjir Paser,” katanya.

Paket bantuan, ujarnya, di drop di SMK Muhammadiyah Long Ikis sebagai posko tanggap darurat dari Muhammadiyah.

“Sebagian lagi, paket-paket itu di droping di Kantor Kepala Desa Muara Pias, Long Kali,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengantaran paket bantuan dilakukan beberapa relawan dengan didampingi Dewan Syariah LAZISMU Tabalong, Ustadz Iskandar Zulkarnain.

“Paket bantuan diterima langsung oleh Kepala Desa Pias, Durham secara simbolis,” tambahnya.

SebelulmnyaLazismu Tabalong juga mengirimkan bantuan ke Long Ikis yang dipusatkan di SMK Muhammadiyah Long Ikis untuk didistribusikan menggunakan helikopter BPBD Paser agar bisa mencapai lokasi terisolir.

Banjir besar di Kecamatan Long Kali sendiri sedikitnya merendam 10 desa dan kelurahan Long Kali.

Sementara di Kecamatan Long Ikis, terdata sekitar  895 rumah terendam dengan kategori air sudah masuk kedalam rumah dengan jumlah 1.074 kepala keluarga atau 3813 jiwa. (ist/RA)

Silahkan Bagikan / Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Banjar; Identitas di Tanah Rantau (bagian kedua)

Sel Okt 12 , 2021
Oleh: Shinta Alpatra Dan, Angin bertiup Entah kemana. Berganti musim Mengaliri nadi dan  syaraf-syaraf generasi Kekeringan makna berbudaya. Keterbatasan kami SETAKAT perbandingan dengan situasi dan kondisi yang terjadi, bahasa Banjar kini –khususnya tradisi lisan (oral tradition)–, sepertinya memang kurang diminati oleh kalangan generasi muda. Ironis memang. Ketika bahasa yang mampu “menguasai” […]

You May Like